Bahaya Dibalik Softlens yang Perlu Diketahui Sebelum Terlambat

Bahaya Dibalik Softlens yang Perlu Diketahui Sebelum Terlambat

Softlens atau lensa kontak menjadi pilihan banyak orang karena dapat membantu memperbaiki penglihatan tanpa harus menggunakan kacamata. Selain untuk membantu melihat lebih jelas, softlens berwarna juga sering digunakan sebagai bagian dari penampilan.

Namun, di balik kepraktisannya, softlens tetap merupakan alat medis yang bersentuhan langsung dengan permukaan mata. Penggunaan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko iritasi, infeksi, hingga kerusakan kornea. CDC dan FDA sama-sama menekankan bahwa lensa kontak tidak sepenuhnya bebas risiko, terutama jika cara pemakaian, pembersihan, dan penyimpanannya tidak benar.

Lantas, apa saja bahaya dibalik softlens yang perlu diketahui?

Kenapa Softlens Bisa Menimbulkan Masalah pada Mata?

Kornea membutuhkan oksigen untuk tetap sehat. Saat softlens digunakan, kontak antara lensa dan permukaan mata dapat memengaruhi pasokan oksigen serta kelembapan mata.

Menurut American Academy of Ophthalmology, berbagai komplikasi lensa kontak dapat berkaitan dengan berkurangnya oksigenasi kornea, berkurangnya pelumasan, trauma pada permukaan mata, reaksi alergi atau peradangan, serta infeksi oleh mikroorganisme.

Risiko tersebut menjadi lebih besar ketika softlens dipakai melebihi waktu yang dianjurkan, tidak dibersihkan dengan benar, dipakai ketika mata sedang bermasalah, atau terpapar air.

Bahaya Softlens yang Perlu Diwaspadai

1. Mata Kering dan Tidak Nyaman

Salah satu keluhan yang dapat muncul adalah mata terasa kering, sepet, panas, atau seperti terdapat pasir di dalam mata.

Softlens dapat mengurangi kenyamanan permukaan mata pada sebagian pengguna, terutama jika digunakan dalam waktu lama atau lingkungan membuat mata cepat kering.

Keluhan awal mungkin terlihat ringan, tetapi jangan terus menggunakan softlens ketika mata sudah terasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan dapat menjadi tanda bahwa mata membutuhkan istirahat atau terdapat masalah lain yang perlu diperiksa.

2. Iritasi dan Mata Merah

Softlens yang tidak sesuai, kotor, atau dipakai terlalu lama dapat menyebabkan mata mengalami iritasi.

Gejalanya dapat berupa mata merah, berair, terasa perih, gatal, atau sensitif terhadap cahaya. FDA mencantumkan kemerahan, rasa terbakar, nyeri, mata berair berlebihan, bengkak, dan penglihatan buram sebagai gejala yang perlu diperhatikan pada pengguna lensa kontak.

Ketika gejala seperti ini muncul, softlens sebaiknya segera dilepas.

3. Keratitis atau Peradangan Kornea

Salah satu risiko yang lebih serius adalah keratitis, yaitu peradangan pada kornea.

CDC menjelaskan bahwa pengguna lensa kontak memiliki risiko lebih tinggi mengalami keratitis, termasuk microbial keratitis ketika bakteri, virus, jamur, atau parasit masuk dan menginfeksi kornea. Pada kasus berat, infeksi tersebut dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen atau bahkan membutuhkan transplantasi kornea.

Inilah alasan mengapa kebersihan softlens tidak boleh dianggap sepele.

4. Ulkus Kornea

Ulkus kornea adalah luka terbuka pada permukaan kornea yang biasanya berkaitan dengan infeksi.

FDA memasukkan ulkus kornea sebagai salah satu risiko serius penggunaan lensa kontak. Kondisi ini dapat berkembang dengan cepat dan pada kasus tertentu dapat menyebabkan kerusakan penglihatan.

Jika mata terasa sangat sakit, merah, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan mendadak buram setelah menggunakan softlens, jangan menunggu gejala hilang sendiri.

5. Infeksi Acanthamoeba

Salah satu infeksi yang sangat perlu diwaspadai adalah Acanthamoeba keratitis.

Infeksi ini disebabkan oleh organisme mikroskopis yang dapat ditemukan di berbagai sumber air. CDC memperingatkan bahwa air dan lensa kontak merupakan kombinasi berisiko, termasuk ketika mandi, berenang, atau merendam tubuh sambil tetap memakai softlens.

Acanthamoeba keratitis tergolong jarang, tetapi dapat sangat menyakitkan dan sulit ditangani. Pada kasus berat, infeksi ini dapat menyebabkan kebutuhan transplantasi kornea atau kehilangan penglihatan.

6. Kornea Bisa Tergores

Air yang masuk ke softlens dapat membuat lensa lunak berubah bentuk, membengkak, atau menempel lebih kuat pada mata. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya goresan pada kornea.

Kornea yang mengalami luka atau goresan menjadi lebih rentan terhadap masuknya mikroorganisme.

Karena itu, jangan pernah menggunakan air keran untuk membilas atau menyimpan softlens.

Jangan Pernah Tidur dengan Softlens

Ini merupakan salah satu kebiasaan yang sangat penting untuk dihindari.

CDC menyarankan agar seseorang tidak tidur menggunakan softlens kecuali memang secara khusus diarahkan oleh tenaga kesehatan untuk jenis lensa tertentu. Tidur dengan lensa kontak meningkatkan risiko infeksi mata.

Dalam sebuah laporan CDC, tidur menggunakan lensa kontak dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi mata terkait lensa kontak sekitar enam hingga delapan kali lipat.

Masalahnya, banyak orang tertidur tanpa sengaja karena merasa lelah atau lupa melepas softlens.

Kebiasaan sederhana seperti selalu melepas softlens sebelum tidur dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Bahaya Softlens Saat Mandi dan Berenang

Softlens juga sebaiknya tidak digunakan ketika mandi atau berenang.

Air keran, kolam renang, dan berbagai sumber air lainnya dapat mengandung mikroorganisme. Ketika air mengenai softlens, mikroorganisme tersebut dapat berpindah ke mata.

Bahkan air yang aman diminum tidak berarti steril untuk mata.

Jika seseorang membutuhkan koreksi penglihatan ketika berenang, CDC menyarankan mempertimbangkan kacamata renang dengan resep sebagai alternatif.

Jangan Membersihkan Softlens dengan Air

Kesalahan lainnya adalah mencuci softlens menggunakan air keran karena dianggap lebih praktis.

Cara tersebut tidak disarankan. FDA secara khusus melarang penggunaan air, baik air keran, air kemasan, maupun air suling, untuk membilas atau menyimpan lensa kontak.

Gunakan larutan khusus lensa kontak sesuai petunjuk produk dan tenaga kesehatan mata.

Jangan pula menggunakan larutan lama yang sudah berada di tempat lensa dan hanya menambahkan larutan baru di atasnya. FDA menyarankan larutan lama dibuang dan diganti dengan larutan baru setiap kali lensa disimpan.

Tempat Softlens Juga Harus Bersih

Sering kali perhatian hanya diberikan kepada lensanya, sementara tempat penyimpanannya dilupakan.

Padahal, tempat softlens yang lembap dan kotor dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

CDC menyarankan wadah lensa dibersihkan menggunakan larutan lensa yang sesuai dan diganti setidaknya setiap tiga bulan, atau mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.

Jangan mengisi wadah dengan air dan jangan menyimpan lensa di tempat yang tidak sesuai.

Jangan Memakai Softlens Milik Orang Lain

Softlens bukan barang yang boleh dipinjamkan.

Berbagi softlens, termasuk softlens kosmetik, dapat meningkatkan risiko penularan mikroorganisme dan infeksi mata. CDC memasukkan berbagi lensa kosmetik sebagai salah satu faktor risiko keratitis bakteri.

Selain masalah kebersihan, ukuran dan karakteristik lensa juga belum tentu sesuai dengan mata orang lain.

Softlens Berwarna Tetap Memiliki Risiko

Sebagian orang menganggap softlens berwarna hanya bagian dari kosmetik sehingga penggunaannya tidak perlu terlalu diperhatikan.

Padahal, softlens berwarna tetap bersentuhan langsung dengan mata dan tetap membutuhkan perawatan yang benar. Prinsip kebersihannya sama: tangan harus bersih, lensa tidak boleh terkena air, tidak digunakan melebihi jadwal penggantian, dan tidak digunakan ketika mata sedang mengalami masalah.

Softlens dekoratif juga sebaiknya diperoleh melalui jalur yang terpercaya dan sesuai rekomendasi profesional mata.

Jangan Menggunakan Softlens Melebihi Waktu yang Dianjurkan

Setiap lensa memiliki jadwal penggunaan atau penggantian tertentu.

Ada lensa yang dirancang untuk sekali pakai, sementara jenis lain memiliki jadwal penggantian berkala. Pengguna perlu mengikuti jadwal tersebut dan tidak memperpanjang masa pakai hanya karena lensa masih terlihat “bersih”.

CDC menekankan pentingnya mengganti lensa sesuai jadwal yang direkomendasikan tenaga kesehatan atau produsen.

Lensa yang sudah melewati masa penggunaan dapat mengalami perubahan kondisi dan meningkatkan risiko masalah mata.

Bagaimana Cara Memakai Softlens dengan Lebih Aman?

Langkah paling dasar adalah mencuci tangan dengan sabun dan air, kemudian mengeringkannya dengan baik sebelum menyentuh lensa.

Pastikan lensa dibersihkan dan disimpan menggunakan produk yang memang diperuntukkan bagi lensa kontak. Jangan menggunakan air.

Lepaskan softlens sebelum tidur, mandi, dan berenang. Patuhi jadwal penggantian lensa dan rawat tempat penyimpanannya dengan benar.

Selain itu, sebaiknya selalu memiliki kacamata dengan resep yang masih sesuai sebagai cadangan ketika softlens harus dilepas.

Bagaimana Jika Mata Terasa Sakit Saat Menggunakan Softlens?

Jangan memaksakan diri tetap menggunakan softlens.

FDA menyarankan agar lensa segera dilepas ketika muncul gejala iritasi atau infeksi dan pengguna segera menghubungi tenaga kesehatan mata.

Jangan langsung memakai kembali softlens hanya karena mata terasa sedikit membaik.

Terutama jika terdapat nyeri, mata merah, sensitif terhadap cahaya, keluar cairan, atau penglihatan buram, pemeriksaan mata diperlukan untuk memastikan tidak terjadi infeksi kornea.

Kapan Bahaya Softlens Menjadi Darurat?

Segera periksakan mata apabila setelah menggunakan softlens muncul nyeri mata yang signifikan, mata sangat merah, penglihatan menurun atau buram, sensitif terhadap cahaya, keluar cairan, atau pembengkakan. Gejala tersebut tercantum sebagai tanda yang dapat menunjukkan iritasi atau infeksi dan memerlukan evaluasi profesional.

Jangan menunggu sampai rasa sakit menjadi sangat berat. Infeksi kornea dapat berkembang dengan cepat dan pada kasus serius dapat menyebabkan kerusakan penglihatan.

Apakah Softlens Harus Dihindari Sepenuhnya?

Tidak.

Softlens dapat menjadi cara yang efektif dan nyaman untuk membantu mengoreksi penglihatan jika digunakan dan dirawat dengan benar. CDC menyebut lensa kontak sebagai salah satu bentuk koreksi penglihatan yang efektif, tetapi penggunaannya harus disertai kebiasaan perawatan yang tepat.

Jadi, masalahnya bukan semata-mata pada keberadaan softlens, tetapi pada cara penggunaan, kebersihan, lama pemakaian, dan respons mata terhadap lensa tersebut.

Kesimpulan

Bahaya dibalik softlens terutama berkaitan dengan penggunaan dan perawatan yang tidak tepat. Risiko yang dapat terjadi antara lain mata kering, iritasi, keratitis, ulkus kornea, hingga infeksi serius yang dalam kasus tertentu dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

Kebiasaan seperti tidur dengan softlens, mandi atau berenang menggunakan softlens, membersihkan lensa dengan air, tidak mengganti lensa sesuai jadwal, atau menggunakan tempat lensa yang kotor dapat meningkatkan risiko infeksi.

Karena itu, jika menggunakan softlens, selalu jaga kebersihan tangan, gunakan larutan khusus, jangan biarkan lensa terkena air, lepas sebelum tidur, dan ikuti jadwal penggantian.

Yang paling penting, jangan mengabaikan mata yang tiba-tiba merah, sakit, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatannya buram saat menggunakan softlens. Lepaskan lensa dan segera lakukan pemeriksaan mata.