Pernah menemukan benjolan kecil di kelopak mata yang terasa mengganjal, tetapi tidak terlalu sakit? Bisa jadi kondisi tersebut bukan bintitan, melainkan kalazion mata.
Kalazion adalah benjolan pada kelopak mata yang terjadi akibat tersumbatnya salah satu kelenjar minyak atau kelenjar meibomian. Kelenjar ini menghasilkan minyak yang membantu menjaga lapisan air mata agar permukaan mata tetap lembap. Ketika salurannya tersumbat, minyak dapat menumpuk dan menimbulkan benjolan.
Kalazion umumnya tidak berbahaya dan banyak kasus dapat membaik sendiri dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Namun, benjolan yang besar, menetap, sering kambuh, atau mulai memengaruhi penglihatan sebaiknya diperiksa oleh dokter mata.
Apa Itu Kalazion Mata?
Kalazion merupakan benjolan pada kelopak mata yang terbentuk karena saluran kelenjar meibomian tersumbat.
Berbeda dengan bintitan yang biasanya berkaitan dengan infeksi dan terasa lebih nyeri, kalazion cenderung berupa benjolan yang keras atau kenyal dan relatif tidak sakit. Benjolan dapat muncul pada kelopak mata bagian atas maupun bawah
Pada awal kemunculannya, kalazion terkadang terasa sedikit nyeri atau tidak nyaman. Namun, ketika peradangan berkurang, benjolannya dapat menjadi lebih keras dan tidak terlalu sakit.
Apa Penyebab Kalazion?
Penyebab utama kalazion adalah tersumbatnya kelenjar meibomian.
Kelenjar tersebut menghasilkan minyak yang merupakan salah satu komponen lapisan air mata. Ketika saluran kelenjar tersumbat, minyak tidak dapat keluar sebagaimana mestinya dan menumpuk di dalam kelenjar. Kondisi tersebut kemudian memicu respons peradangan dan terbentuklah benjolan.
Beberapa kondisi tertentu dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami kalazion.
Blefaritis
Blefaritis adalah peradangan pada tepi kelopak mata. Kondisi ini dapat mengganggu kelenjar minyak di sekitar bulu mata dan meningkatkan risiko terbentuknya kalazion.
Orang yang mengalami blefaritis berulang juga dapat mengalami masalah seperti mata kering atau benjolan pada kelopak mata.
Rosacea
Rosacea merupakan kondisi kulit yang pada sebagian orang juga dapat memengaruhi area mata. Kondisi ini termasuk salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kalazion.
Pernah Mengalami Kalazion
Seseorang yang pernah mengalami kalazion dapat mengalaminya kembali.
Hal ini terutama mungkin terjadi jika terdapat kondisi yang mendasari, seperti blefaritis atau gangguan pada kelenjar meibomian.
Karena itu, menjaga kebersihan kelopak mata menjadi salah satu bagian penting untuk membantu mengurangi kemungkinan kekambuhan.
Ciri-Ciri Kalazion Mata
Kalazion memiliki beberapa ciri yang cukup khas.
Biasanya muncul benjolan bulat pada kelopak mata, dapat terasa keras atau kenyal, dan umumnya tidak menimbulkan nyeri berat.
Bila terjadi peradangan, kelopak dapat terlihat kemerahan, sedikit bengkak, berair, atau terasa tidak nyaman. Kelopak mata juga dapat terasa berat, terutama jika ukuran benjolan cukup besar.
Pada sebagian kasus, kalazion yang besar dapat memberikan tekanan pada permukaan mata dan menyebabkan penglihatan menjadi sedikit buram.
Apakah Kalazion Sama dengan Bintitan?
Tidak sama.
Kalazion terutama terjadi karena penyumbatan kelenjar minyak, sedangkan bintitan atau hordeolum biasanya merupakan infeksi pada kelenjar di sekitar kelopak mata dan cenderung terasa sakit.
Bintitan biasanya terlihat seperti benjolan merah yang nyeri di tepi kelopak atau dekat bulu mata. Sementara itu, kalazion lebih sering berupa benjolan yang terasa keras dan tidak terlalu sakit.
Meskipun berbeda, keduanya dapat terlihat mirip sehingga pemeriksaan diperlukan bila benjolan tidak kunjung membaik.
Apakah Kalazion Bisa Menular?
Kalazion pada dasarnya bukan penyakit menular.
Kalazion terjadi akibat penyumbatan kelenjar minyak dan reaksi peradangan, bukan karena seseorang menularkannya kepada orang lain.
Karena itu, kalazion berbeda dengan beberapa jenis konjungtivitis yang memang dapat menular.
Meski begitu, tetap penting menjaga kebersihan tangan dan tidak sering menyentuh mata.
Bagaimana Cara Mengatasi Kalazion?
Sebagian besar kalazion dapat ditangani dengan perawatan sederhana di rumah.
Kompres Hangat
Kompres hangat merupakan salah satu langkah awal yang sering dianjurkan.
Gunakan kain bersih yang dibasahi air hangat, lalu tempelkan dengan lembut pada kelopak mata yang tertutup. Kompres hangat membantu melunakkan minyak yang menyumbat kelenjar sehingga lebih mudah mengalir.
Pastikan air tidak terlalu panas agar tidak menyebabkan kulit kelopak terbakar.
Pijat Kelopak Secara Lembut
Setelah kompres hangat, kelopak dapat dipijat dengan sangat lembut ke arah garis bulu mata.
Tujuannya adalah membantu menggerakkan minyak yang menyumbat saluran kelenjar. Teknik pemijatan perlu dilakukan dengan hati-hati dan tidak boleh menekan benjolan secara kasar.
Jika terasa sangat sakit, hentikan dan konsultasikan dengan dokter.
Jaga Kebersihan Kelopak Mata
Membersihkan tepi kelopak mata secara rutin dapat membantu menjaga kebersihan area sekitar kelenjar minyak.
Hal ini terutama bermanfaat bagi orang yang memiliki blefaritis atau sering mengalami kalazion.
Berapa Lama Kalazion Bisa Hilang?
Kalazion sering kali membaik dalam waktu beberapa minggu, tetapi pada sebagian orang benjolan dapat bertahan lebih lama. Beberapa kalazion dapat tetap terlihat selama beberapa bulan sebelum benar-benar menghilang.
Karena itu, jangan langsung panik ketika benjolan belum hilang setelah beberapa hari.
Namun, bila benjolan semakin besar, menetap dalam waktu lama, atau mengganggu penglihatan, pemeriksaan dokter mata diperlukan.
Apakah Kalazion Perlu Diberi Antibiotik?
Tidak semua kalazion membutuhkan antibiotik.
Kalazion pada dasarnya bukan infeksi bakteri. Antibiotik biasanya bukan terapi utama untuk benjolan yang hanya disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak.
Antibiotik dapat dipertimbangkan dokter ketika terdapat infeksi atau peradangan tertentu yang menyebar di sekitar kelopak mata.
Karena itu, jangan menggunakan obat tetes atau salep antibiotik secara sembarangan hanya karena terdapat benjolan pada kelopak.
Bolehkah Kalazion Dipencet?
Sebaiknya jangan.
Memencet atau menusuk benjolan sendiri dapat menyebabkan luka, memperparah peradangan, atau menimbulkan infeksi.
Jika kalazion tidak membaik dengan perawatan sederhana, dokter mata dapat menentukan apakah diperlukan tindakan untuk mengeluarkan isinya. Pada kalazion yang menetap, prosedur seperti insisi dan kuretase dapat dilakukan oleh tenaga medis dengan teknik steril.
Jadi, hindari mencoba memecahkan benjolan dengan jarum atau benda tajam di rumah.
Bolehkah Menggunakan Makeup dan Softlens?
Ketika terdapat kalazion, sebaiknya hindari penggunaan makeup mata dan lensa kontak sampai kondisi membaik, terutama bila area mata sedang meradang atau terasa tidak nyaman.
Tujuannya bukan hanya untuk menghindari iritasi tambahan, tetapi juga membantu menjaga area kelopak tetap bersih selama proses penyembuhan.
Produk makeup mata yang sudah terkontaminasi juga sebaiknya tidak digunakan kembali setelah kondisi membaik.
Kapan Kalazion Membutuhkan Tindakan Dokter?
Jika benjolan tidak membaik setelah perawatan rumahan atau terus bertambah besar, dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut.
Pada kalazion yang menetap atau cukup besar, dokter dapat mempertimbangkan tindakan untuk mengeluarkan isi benjolan. Moorfields Eye Hospital menyebut tindakan pembuangan atau drainase dapat dilakukan jika kalazion tidak merespons penanganan awal.
Tindakan tersebut dilakukan oleh tenaga medis dan bukan sesuatu yang sebaiknya dilakukan sendiri.
Apakah Kalazion Bisa Mengganggu Penglihatan?
Kalazion kecil biasanya tidak mengganggu penglihatan.
Namun, benjolan yang cukup besar dapat memberikan tekanan pada kornea dan menyebabkan penglihatan menjadi buram atau sedikit terdistorsi.
Jika penglihatan menjadi sangat buram, jangan langsung menganggap penyebabnya hanya kalazion. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah lain pada mata.
Kalazion yang Sering Kambuh, Apakah Berbahaya?
Sebagian besar kalazion tidak berbahaya. Namun, kalazion yang berulang pada lokasi yang sama atau tidak kunjung membaik perlu diperiksa lebih lanjut.
Hal ini bukan berarti benjolan tersebut pasti kanker. Tetapi, beberapa kelainan pada kelopak mata dapat menyerupai kalazion. American Academy of Ophthalmology mencatat bahwa pada kasus kalazion yang berulang atau tidak khas, pemeriksaan lebih lanjut dapat diperlukan untuk menyingkirkan kondisi lain seperti karsinoma kelenjar sebasea.
Karena itu, benjolan yang terus kembali di tempat yang sama sebaiknya tidak hanya diobati berulang kali tanpa pemeriksaan.
Cara Mengurangi Risiko Kalazion Kambuh
Jika seseorang memiliki riwayat kalazion, menjaga kebersihan kelopak dapat menjadi kebiasaan yang bermanfaat.
Kompres hangat secara rutin dan pijat kelopak dengan lembut dapat membantu menjaga aliran minyak pada kelenjar meibomian. Kebersihan tepi kelopak juga perlu diperhatikan, terutama pada orang yang memiliki blefaritis.
Hindari kebiasaan menyentuh atau menggosok mata dengan tangan yang belum dicuci.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Kalazion biasanya bukan kondisi darurat. Namun, segera periksakan mata bila:
- penglihatan menjadi sangat buram;
- mata terasa sangat sakit;
- kemerahan dan pembengkakan menyebar ke sekitar mata;
- kelopak menjadi sangat bengkak;
- benjolan terus membesar atau tidak kunjung membaik;
- kalazion berulang di tempat yang sama.
Mata yang sangat merah dan nyeri atau gangguan penglihatan yang nyata perlu dinilai karena bisa menunjukkan kondisi lain selain kalazion.
Kesimpulan
Kalazion mata adalah benjolan pada kelopak mata yang umumnya disebabkan oleh tersumbatnya kelenjar meibomian. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan cenderung tidak menimbulkan nyeri berat.
Kalazion berbeda dengan bintitan. Bintitan biasanya berkaitan dengan infeksi dan lebih nyeri, sementara kalazion lebih sering berupa benjolan keras atau kenyal yang relatif tidak sakit.
Perawatan awal dapat dilakukan dengan kompres hangat dan pijat kelopak secara lembut, sambil menjaga kebersihan area mata. Hindari memencet atau menusuk benjolan sendiri.
Bila kalazion berukuran besar, menetap, mengganggu penglihatan, atau sering kambuh di lokasi yang sama, pemeriksaan dokter mata diperlukan. Pada kasus berulang atau tidak khas, dokter mungkin perlu memastikan bahwa benjolan tersebut bukan kondisi kelopak mata lainnya.