Mata berair merupakan kondisi ketika mata mengeluarkan air mata secara berlebihan. Keluhan ini bisa terjadi sesekali, misalnya ketika terkena angin atau debu, tetapi juga dapat berlangsung terus-menerus.
Air mata sebenarnya memiliki fungsi penting untuk menjaga permukaan mata tetap lembap dan melindunginya dari iritasi. Namun, produksi air mata yang terlalu banyak atau gangguan pada saluran pembuangannya dapat menyebabkan mata terus berair.
Meskipun sering kali bukan kondisi serius, mata berair yang menetap dapat menjadi tanda adanya gangguan pada mata yang perlu diperiksa.
Apa Itu Mata Berair?
Mata berair atau dalam istilah medis disebut epifora adalah kondisi ketika air mata mengalir secara berlebihan hingga melewati kelopak mata dan membasahi pipi.
Secara normal, air mata diproduksi oleh kelenjar air mata dan kemudian dialirkan melalui saluran kecil menuju hidung. Jika produksi air mata terlalu banyak atau saluran tersebut tersumbat, air mata dapat menumpuk dan keluar dari mata.
Karena penyebabnya beragam, mata berair tidak selalu berarti kelenjar air mata memproduksi terlalu banyak air mata.
Penyebab Mata Berair
Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan mata berair.
Mata Kering
Mungkin terdengar berlawanan, tetapi mata kering justru dapat menyebabkan mata berair.
Ketika permukaan mata terlalu kering, tubuh dapat merespons dengan memproduksi air mata secara berlebihan sebagai mekanisme perlindungan. Air mata yang dihasilkan secara tiba-tiba tersebut biasanya tidak memiliki komposisi yang optimal untuk menjaga permukaan mata dalam jangka panjang.
Mata kering juga dapat disertai rasa perih, seperti ada pasir di mata, mata merah, atau sensitif terhadap cahaya.
Debu dan Benda Asing
Debu, bulu mata, pasir, atau benda asing kecil yang masuk ke mata dapat mengiritasi permukaan mata.
Sebagai respons, mata memproduksi lebih banyak air mata untuk membantu mengeluarkan benda tersebut.
Jika benda asing tidak dapat keluar atau menempel pada permukaan mata, sebaiknya jangan mengucek mata karena dapat menyebabkan luka pada kornea.
Alergi
Alergi pada mata dapat menyebabkan rasa gatal, kemerahan, bengkak, dan mata berair.
Pemicu alergi dapat berupa debu, serbuk sari, bulu hewan, atau zat tertentu di lingkungan.
Mengucek mata ketika mengalami alergi justru dapat memperburuk rasa gatal dan peradangan.
Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, yaitu lapisan tipis yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.
Penyebabnya dapat berupa virus, bakteri, atau alergi. Selain mata berair, kondisi ini dapat menyebabkan mata merah, terasa gatal, perih, atau mengeluarkan kotoran mata.
Saluran Air Mata Tersumbat
Air mata yang sudah membasahi mata seharusnya mengalir melalui saluran air mata menuju hidung.
Jika saluran tersebut menyempit atau tersumbat, air mata tidak dapat mengalir dengan baik sehingga menumpuk dan keluar melalui kelopak mata.
Kondisi ini dapat terjadi pada bayi, anak-anak, maupun orang dewasa.
Peradangan pada Kelopak Mata
Blefaritis atau peradangan pada tepi kelopak mata juga dapat menyebabkan mata berair.
Biasanya kondisi ini disertai kelopak mata terasa gatal, merah, berminyak, atau terdapat kerak pada pangkal bulu mata.
Masalah pada Kelopak Mata
Perubahan posisi kelopak mata, seperti kelopak mata yang berbalik ke dalam atau ke luar, dapat mengganggu penyebaran air mata di permukaan mata.
Bulu mata yang tumbuh mengarah ke dalam juga dapat terus bergesekan dengan kornea sehingga menyebabkan iritasi dan mata berair.
Iritasi Asap dan Bahan Kimia
Paparan asap rokok, asap kendaraan, parfum, bahan kimia tertentu, atau udara yang terlalu kering dapat mengiritasi mata.
Sebagai respons, mata akan memproduksi lebih banyak air mata untuk melindungi permukaannya.
Gejala yang Bisa Menyertai Mata Berair
Mata berair dapat muncul bersama gejala lain, tergantung penyebabnya.
Beberapa keluhan yang mungkin menyertai antara lain:
- Mata merah.
- Mata terasa gatal.
- Sensasi seperti ada pasir di mata.
- Mata terasa perih atau terbakar.
- Kelopak mata bengkak.
- Kotoran mata.
- Sensitif terhadap cahaya.
- Penglihatan menjadi kabur.
Jika mata berair hanya terjadi sesekali tanpa gejala lain, penyebabnya mungkin ringan. Namun, keluhan yang terus berulang perlu mendapatkan perhatian.
Mata Berair Terus-Menerus, Apakah Berbahaya?
Mata berair tidak selalu berbahaya. Banyak kasus disebabkan oleh iritasi ringan, alergi, atau mata kering.
Namun, mata yang terus berair juga dapat menjadi tanda adanya penyumbatan saluran air mata, infeksi, peradangan, atau masalah pada permukaan mata.
Karena itu, jika keluhan berlangsung lama atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan dokter mata diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Cara Mengatasi Mata Berair
Penanganan mata berair bergantung pada penyebabnya.
Jika disebabkan oleh debu atau iritasi ringan, mata dapat dibilas menggunakan cairan steril atau air bersih yang mengalir. Hindari mengucek mata karena dapat memperparah iritasi.
Pada mata kering, dokter dapat menyarankan penggunaan air mata buatan. Jika penyebabnya alergi, obat tetes mata tertentu dapat digunakan sesuai anjuran dokter.
Apabila terdapat infeksi atau penyumbatan saluran air mata, pengobatan harus disesuaikan dengan penyebabnya. Pada beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan tindakan tertentu untuk membuka saluran air mata.
Cara Mencegah Mata Berair
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko mata berair.
Jaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area mata, hindari mengucek mata, gunakan kacamata pelindung ketika berada di lingkungan berdebu, dan batasi paparan asap rokok.
Jika sering bekerja di depan komputer atau ponsel, berikan waktu istirahat secara berkala agar mata tidak terlalu tegang dan kering.
Bagi pengguna lensa kontak, gunakan dan rawat lensa sesuai petunjuk serta jangan memakainya melebihi waktu yang dianjurkan.
Kapan Mata Berair Harus Diperiksa?
Segera periksakan mata apabila mata berair disertai:
- Nyeri mata yang cukup berat.
- Penglihatan menurun atau menjadi kabur.
- Mata sangat merah.
- Sensitif terhadap cahaya.
- Keluar cairan atau kotoran mata dalam jumlah banyak.
- Bengkak yang semakin parah.
- Mata berair setelah mengalami cedera atau terkena bahan kimia.
Jika bahan kimia masuk ke mata, segera bilas mata dengan air mengalir dalam jumlah banyak dan cari pertolongan medis, terutama jika keluhan tidak membaik.
Kesimpulan
Mata berair atau epifora dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari mata kering, alergi, debu, konjungtivitis, hingga penyumbatan saluran air mata. Kondisi ini tidak selalu berbahaya, tetapi mata yang terus berair sebaiknya tidak diabaikan.
Menjaga kebersihan mata, menghindari kebiasaan mengucek mata, melindungi mata dari debu dan asap, serta memberikan waktu istirahat saat menggunakan perangkat digital dapat membantu menjaga kesehatan mata.
Jika mata berair berlangsung terus-menerus atau disertai nyeri, kemerahan berat, maupun gangguan penglihatan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.