Ketika mata anak terlihat merah, berair, gatal, atau mengeluarkan belek, orang tua biasanya langsung mencari obat mata anak yang bisa digunakan di rumah.
Wajar jika orang tua ingin keluhan anak segera membaik. Namun, masalah mata pada anak tidak selalu memiliki penyebab yang sama. Mata merah misalnya, dapat terjadi akibat iritasi, alergi, infeksi bakteri atau virus, debu, benda asing, maupun kondisi mata lainnya. Karena itu, obat yang cocok untuk satu kondisi belum tentu sesuai untuk kondisi yang lain.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah usia anak. Penggunaan obat mata pada bayi dan anak perlu lebih hati-hati karena sebagian obat harus diberikan berdasarkan pemeriksaan dan anjuran tenaga kesehatan.
Apa Saja Keluhan Mata yang Sering Dialami Anak?
Masalah mata pada anak dapat muncul dalam berbagai bentuk. Anak mungkin mengeluh matanya gatal, perih, terasa mengganjal, buram, atau menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
Pada anak yang masih kecil dan belum mampu menjelaskan keluhannya, tanda-tandanya dapat terlihat dari kebiasaan sering mengucek mata, memicingkan mata, sulit membuka mata saat bangun, atau menjadi lebih rewel.
Kementerian Kesehatan menyebut konjungtivitis sebagai salah satu penyebab sakit mata pada anak. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh infeksi bakteri, reaksi alergi, debu, serbuk sari, asap, atau bahan kimia yang mengiritasi mata.
Apakah Anak Boleh Menggunakan Obat Tetes Mata?
Boleh, tetapi jenis obat dan cara penggunaannya harus sesuai dengan kondisi mata anak.
Obat tetes mata merupakan sediaan steril yang digunakan langsung pada mata. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa ada obat tetes mata yang termasuk obat bebas dan ada pula yang merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter.
Jadi, orang tua sebaiknya tidak memilih obat mata hanya berdasarkan warna kemasan atau karena obat tersebut pernah digunakan untuk anak lain.
Jenis Obat Mata Anak Berdasarkan Keluhannya
1. Air Mata Buatan untuk Mata Kering atau Iritasi Ringan
Jika mata anak terasa kering atau mengalami iritasi ringan, dokter atau tenaga kesehatan dapat merekomendasikan air mata buatan atau artificial tears.
Jenis tetes mata ini bekerja dengan membantu melumasi permukaan mata dan menjaga kelembapannya. Air mata buatan juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat mata kering.
Pada anak, pilihan produk tetap sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kondisi mata. Tidak semua keluhan mata kering pada anak cukup ditangani dengan tetes mata biasa.
2. Obat Antihistamin untuk Alergi Mata
Anak yang mengalami alergi mata dapat menunjukkan gejala seperti mata gatal, merah, berair, dan kelopak mata membengkak.
Dalam kondisi tertentu, obat tetes mata yang mengandung antihistamin dapat digunakan untuk meredakan gejala alergi. Kementerian Kesehatan juga mencantumkan antihistamin sebagai salah satu jenis obat yang digunakan pada mata merah akibat alergi.
Namun, bila gejala sering berulang, penting untuk mencari tahu pemicunya. Debu, asap, serbuk sari, atau alergen lain dapat menyebabkan keluhan kembali muncul.
3. Antibiotik untuk Infeksi Bakteri
Antibiotik tetes mata dapat digunakan pada kondisi tertentu ketika mata mengalami infeksi bakteri.
Namun, antibiotik bukan obat untuk semua jenis mata merah. Bila penyebabnya adalah virus atau alergi, antibiotik tidak akan mengatasi penyebab tersebut. American Academy of Ophthalmology juga menjelaskan bahwa antibiotik tidak bermanfaat untuk konjungtivitis virus.
Karena itu, penggunaan antibiotik pada anak sebaiknya berdasarkan penilaian dokter atau tenaga kesehatan, terutama bila gejalanya cukup berat atau tidak kunjung membaik.
4. Tetes Mata Steroid
Tetes mata steroid digunakan untuk kondisi tertentu yang melibatkan peradangan. Namun, obat ini bukan pilihan untuk digunakan sembarangan.
Penggunaan steroid pada mata membutuhkan pengawasan dokter karena pemakaian yang tidak tepat atau terlalu lama dapat menimbulkan efek samping serius. American Academy of Ophthalmology mencatat bahwa steroid topikal harus digunakan dengan hati-hati karena dapat menyebabkan komplikasi mata tertentu.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menggunakan tetes mata steroid milik anggota keluarga untuk anak tanpa resep.
5. Minum Fimatha
Fimatha membantu mengatasi keluhan mata pada anak tanpa efek samping, fimatha dibuat dengan 100% herbal alami tanpa bahan kimia dan tanpa efek samping jadi sangat baik untuk mengatasi keluhan mata pada anak.
Mata Anak Merah, Apakah Langsung Diberi Obat?
Tidak selalu.
Mata merah merupakan gejala, bukan nama penyakit. Penyebabnya bisa sangat beragam. Jika mata merah hanya disebabkan iritasi ringan, penanganannya dapat berbeda dengan mata merah akibat infeksi atau alergi.
Kompres dingin dapat membantu pada beberapa kondisi iritasi atau alergi. Menjaga kebersihan tangan dan mencegah anak mengucek mata juga penting.
Jika mata mengeluarkan belek atau dicurigai menular, barang pribadi seperti handuk dan sarung bantal sebaiknya tidak digunakan bersama karena konjungtivitis tertentu dapat menyebar.
Bagaimana dengan Mata Anak yang Belekan?
Belek pada mata anak dapat terjadi karena beberapa penyebab.
Konjungtivitis dapat menyebabkan mata merah, berair, dan mengeluarkan kotoran atau kerak. Namun, warna atau jumlah belek saja tidak cukup untuk menentukan apakah penyebabnya bakteri, virus, atau alergi.
Pada konjungtivitis bakteri tertentu, dokter dapat mempertimbangkan antibiotik. Sebaliknya, pada konjungtivitis virus, antibiotik tidak membantu penyebab dasarnya.
Karena itu, penggunaan tetes antibiotik sebaiknya tidak dilakukan hanya karena mata anak terlihat belekan.
Jangan Gunakan Obat Tetes Mata Sembarangan
Mata merupakan organ yang sensitif dan obat tetes harus tetap steril.
Kementerian Kesehatan menyarankan agar ujung botol tidak menyentuh permukaan mata atau bagian lain untuk mencegah kontaminasi. Tangan juga perlu dicuci sebelum dan sesudah memberikan tetes mata.
Selain itu, obat tetes mata tidak sebaiknya dipakai bersama oleh beberapa orang. BPOM juga mengingatkan bahwa obat tetes mata merupakan sediaan steril dan harus dijaga agar tidak terkontaminasi.
Jangan menggunakan obat mata lama yang tersisa dari penyakit sebelumnya tanpa memastikan bahwa obat tersebut masih sesuai dengan kondisi anak saat ini.
Bagaimana Cara Meneteskan Obat Mata pada Anak?
Memberikan obat mata kepada anak memang terkadang cukup sulit karena anak takut atau tidak mau membuka mata.
Pastikan tangan dicuci terlebih dahulu. Periksa nama obat, petunjuk pemakaian, dan tanggal kedaluwarsa. Setelah itu, posisikan kepala anak dengan nyaman, tarik perlahan kelopak mata bawah, lalu berikan jumlah tetesan sesuai petunjuk dokter atau kemasan.
Ujung botol jangan sampai menyentuh mata atau bulu mata. Setelah selesai, tutup kembali botol dengan rapat.
Untuk anak kecil, meminta bantuan orang lain untuk menenangkan atau memegang tangan anak secara lembut dapat membuat prosesnya lebih mudah.
Apakah Mata Anak Bisa Sembuh Tanpa Obat?
Bisa, tergantung penyebabnya.
Sebagian kasus konjungtivitis, terutama yang disebabkan virus, dapat membaik dengan sendirinya. Penanganan umumnya berfokus pada mengurangi gejala dan mencegah penularan.
Sementara itu, infeksi bakteri tertentu atau masalah mata lainnya dapat membutuhkan pengobatan khusus.
Karena itu, tidak semua anak yang mengalami mata merah membutuhkan obat tetes, tetapi tidak semua kasus juga aman untuk dibiarkan tanpa pemeriksaan.
Bagaimana dengan Mata Anak yang Sering Gatal?
Mata yang sering gatal pada anak cukup sering berkaitan dengan alergi.
Anak mungkin sering mengucek mata, matanya berair, merah, atau kelopak terlihat bengkak. Jika pemicunya adalah alergi, mengurangi paparan terhadap pemicu seperti debu atau asap dapat membantu.
Namun, kebiasaan mengucek mata perlu dihentikan sebisa mungkin karena dapat memperparah iritasi.
Jika keluhan terus berulang, dokter dapat membantu menentukan apakah anak mengalami alergi mata atau kondisi lainnya.
Bagaimana Jika Penglihatan Anak Buram?
Penglihatan buram tidak selalu dapat diatasi dengan obat tetes mata.
Anak dapat mengalami gangguan refraksi seperti mata minus, plus, atau silinder. Ada pula kondisi lain yang dapat memengaruhi perkembangan penglihatan.
Karena itu, jika anak sering menyipitkan mata saat melihat jauh, mendekatkan buku atau layar, mengeluh tidak bisa melihat tulisan dari jauh, atau mengalami kesulitan melihat, sebaiknya dilakukan pemeriksaan mata.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa pemeriksaan mata pada anak dapat mencakup pemeriksaan ketajaman penglihatan, kemampuan mengikuti cahaya, pemeriksaan struktur mata, dan pemeriksaan bagian dalam mata bila diperlukan.
Kapan Mata Anak Harus Segera Diperiksa?
Tidak semua mata merah merupakan kondisi serius. Namun, ada beberapa tanda yang membutuhkan pemeriksaan lebih cepat.
Segera periksakan anak apabila mata terasa sangat sakit, sangat merah, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatannya berubah. Gejala tersebut dapat menjadi tanda masalah mata yang lebih serius.
Anak yang mengalami cedera mata juga perlu mendapat perhatian khusus, terutama jika cedera cukup berat atau penglihatan berubah.
Pada bayi berusia kurang dari 30 hari yang mengalami mata merah dan mengeluarkan kotoran lengket, pemeriksaan medis perlu dilakukan segera.
Apakah Obat Mata Anak Bisa Dibeli Tanpa Resep?
Tergantung jenis obatnya.
Beberapa jenis tetes mata tersedia sebagai obat bebas, sedangkan obat tertentu termasuk obat keras dan membutuhkan resep. Kementerian Kesehatan juga menekankan bahwa penggunaan obat tetes mata harus sesuai indikasi dan memperhatikan dosis, terutama pada anak dan bayi.
Karena itu, jangan hanya melihat tulisan “obat mata” pada kemasan. Baca kandungan, batas usia, aturan penggunaan, serta peringatan yang tertera.
Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak
Selain memilih obat yang tepat ketika dibutuhkan, kesehatan mata anak dapat dijaga melalui kebiasaan sederhana.
Ajarkan anak mencuci tangan sebelum menyentuh wajah, tidak mengucek mata, dan tidak berbagi handuk dengan orang lain. Lindungi mata anak dari debu, asap, dan bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi.
Pemeriksaan mata juga penting, terutama jika anak menunjukkan tanda gangguan penglihatan. Deteksi masalah mata sejak awal dapat membantu memastikan perkembangan penglihatan berjalan dengan baik.
Kesimpulan
Obat mata anak tidak bisa disamaratakan, karena mata merah, gatal, berair, kering, dan belekan dapat disebabkan oleh kondisi yang berbeda.
Air mata buatan dapat digunakan untuk membantu mengatasi mata kering atau iritasi ringan, sedangkan obat antihistamin dapat digunakan pada kondisi alergi tertentu. Antibiotik hanya bermanfaat untuk infeksi bakteri yang sesuai, sementara obat tetes steroid memerlukan pengawasan dokter karena memiliki risiko efek samping.
Karena mata anak masih dalam tahap perkembangan, orang tua sebaiknya tidak memberikan obat mata secara sembarangan, terutama obat tetes yang mengandung antibiotik atau steroid.
Jika mata anak mengalami nyeri, sangat merah, sensitif terhadap cahaya, penglihatan berubah, atau terjadi setelah cedera, segera lakukan pemeriksaan. Pada bayi di bawah 30 hari dengan mata merah dan belekan, pemeriksaan juga perlu dilakukan segera.
Pada akhirnya, obat mata yang tepat adalah obat yang sesuai dengan penyebab masalah mata anak, bukan sekadar obat yang dapat membuat mata terlihat lebih putih atau menghilangkan kemerahan sementara.