Makanan laut seperti ikan, kerang, tiram, udang, dan cumi merupakan sumber protein, omega-3, vitamin, serta mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, makanan laut yang tidak diolah atau disimpan dengan baik dapat menjadi media penularan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.
Belakangan ini, muncul anggapan bahwa virus dari makanan laut dapat langsung menyebabkan penyakit mata. Lalu, benarkah informasi tersebut?
Jawabannya, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus dari makanan laut secara langsung menyebabkan penyakit mata pada manusia. Meski demikian, makanan laut yang terkontaminasi dapat menyebabkan infeksi tertentu, dan dalam kondisi tertentu infeksi tersebut dapat berdampak pada mata sebagai bagian dari komplikasi penyakit.
Bagaimana Makanan Laut Dapat Menularkan Penyakit?
Makanan laut dapat terkontaminasi oleh berbagai mikroorganisme apabila berasal dari perairan yang tercemar, tidak disimpan pada suhu yang tepat, atau dikonsumsi dalam keadaan mentah maupun kurang matang.
Beberapa penyebab infeksi yang dapat ditemukan pada makanan laut antara lain:
- Virus, seperti norovirus dan virus hepatitis A.
- Bakteri, misalnya Vibrio, Salmonella, dan Listeria.
- Parasit tertentu yang berasal dari ikan atau makanan laut mentah.
Sebagian besar infeksi tersebut lebih sering menyerang saluran pencernaan atau hati daripada mata.
Apakah Infeksi dari Makanan Laut Bisa Memengaruhi Mata?
Pada beberapa kasus, infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh dapat menimbulkan komplikasi pada organ lain, termasuk mata.
Misalnya, infeksi berat dapat memicu peradangan pada bagian mata tertentu atau menyebabkan gangguan penglihatan sebagai komplikasi yang jarang terjadi. Namun, kondisi ini bukan berarti virus atau bakteri tersebut secara khusus menyerang mata setelah mengonsumsi makanan laut.
Dengan kata lain, hubungan antara makanan laut dan gangguan mata biasanya bersifat tidak langsung.
Penyakit yang Lebih Sering Terjadi Akibat Makanan Laut Terkontaminasi
Dibandingkan penyakit mata, makanan laut yang terkontaminasi lebih sering menyebabkan:
- Keracunan makanan.
- Diare akut.
- Mual dan muntah.
- Nyeri perut.
- Demam.
- Hepatitis A akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi virus.
Sebagian besar penderita akan mengalami keluhan pada sistem pencernaan terlebih dahulu.
Apakah Makan Seafood Mentah Berisiko?
Mengonsumsi seafood mentah atau setengah matang memang dapat meningkatkan risiko terkena infeksi tertentu.
Kerang, tiram, atau ikan mentah yang berasal dari perairan tercemar dapat mengandung mikroorganisme berbahaya. Oleh karena itu, makanan laut sebaiknya dimasak hingga matang untuk membantu mengurangi risiko infeksi.
Kelompok seperti ibu hamil, lansia, anak-anak, dan orang dengan daya tahan tubuh yang lemah perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan laut mentah.
Cara Mengurangi Risiko Infeksi dari Makanan Laut
Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko penyakit akibat makanan laut.
Pilih makanan laut yang masih segar dan berasal dari sumber yang tepercaya. Simpan pada suhu yang sesuai sebelum diolah, masak hingga matang, serta hindari mengonsumsi seafood mentah jika Anda termasuk kelompok berisiko tinggi.
Selain itu, selalu cuci tangan sebelum mengolah makanan dan gunakan peralatan masak yang bersih untuk mencegah kontaminasi silang.
Kesimpulan
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus dari makanan laut secara langsung menyebabkan penyakit mata. Namun, makanan laut yang terkontaminasi dapat membawa virus, bakteri, atau parasit yang menyebabkan infeksi pada tubuh. Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi tersebut dapat menimbulkan komplikasi yang memengaruhi mata.
Untuk mengurangi risiko penyakit, pastikan makanan laut berasal dari sumber yang aman, disimpan dengan benar, dan dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.